Langsung ke konten utama

Hindari Pembantu Seperti Ini

Pembantu Rumah Tangga
Cerita ini adalah tentang si majikan dan pembantunya yang bernama "Mbot" yang kurang ajaaaaarrrnya bukan maiinnnn!!!

Bayangin aja gimana perasaan kamu kalo hampir tiap hari duit kamu dibetak sama si pembantu??? Mending kalo cuma berapa ribu!! Nah, ini Rp50.000,00 sampai Rp100.000,00 malah si majikan kalau naro duit "slebor" banget.

Nggak cuma duit aja yang jadi sasaran pencurian dan penimbunan si Mbot, bahkan makanan dan minuman yang gurih-gurih nyoi .... yang punya si majikan sering hilang!!! Si majikan yakin kalo yang nyolong makanan dan minuman dia tuh si Mbot, lalu dia udah interogasi dan maki-maki si Mbot, tapi tetap aja dia nggak mau ngaku (mana ada maling ngaku ya?). Udah segala cara dilakuin buat nyudutin si Mbot tapi hasilnya nihil dan si majikan masih mempekerjakan si Mbot (karena belum ketemu aja pembantu yang baru). Selama belum menemukan pembantu baru yaudah begitu aja terus tuh kelakuan si Mbot, si majikan cuma bisa mengelus dada dan memendam semua kekesalannya karena si majikan ini tipe yang kurang bisa marah-marah. 

Eng...ing...eng!!! Akhirnya ada kabar baik buat si majikan!!! Yaitu akan datang dua orang pembantu baru. Lalu bagaimanakah nasib si Mbot kira-kira setelah datang para pembantu baru itu??? Apakah dia akan ditendang keluar dan nggak akan balik lagi ke rumah majikannya yang selebor itu??? Dan faktanya adalah setelah dua pembantu baru itu datang, si Mbot pun dipecat. 

Si majikan kini akhirnya sedikit menyunggingkan senyumnya, karena si Mbot akhirnya dipecat, sehingga tak akan ada lagi barang, uang maupun makanannya yang akan raib dibawa Mbot. 

Tapi ternyata dugaan si majikan salah, Mbot masih merajalela bolak-balik rumah si majikan ini dengan dalih ingin melatih para pembantu itu agar bekerja dengan baik dan terjadwal, padahal niatnya masih ingin mencari pundi-pundi barang berharga milik majikannya yang bisa ia ambil. Sungguh terlalu!!! Ada-ada aja kelakuannya, mulai dari pura-pura buang sampah padahal sih sebenarnya ngambil sabun pencuci piring milik majikannya, buat ia bawa pulang ke rumahnya (Gilaaaa...disangka supermarket mungkin ya?!).

Melihat si Mbot begitu lagi, si majikan pun jengah lalu ia menelpon ibunya agar si Mbot tidak bolak-balik ke rumahnya lagi. Ibu majikan tersebut lalu berbicara by phone dengan Mbot, ya seperti biasanya doi selalu berkelit. Setelah itu Mbot pun pergi juga dari rumah si majikan dengan wajah senyum-senyum songong sambil memanggil dua pembantu baru itu ke depan. Melihat itu, majikan langsung ke depan dan menyuruh masuk dua pembantu barunya itu (karena dia yakin dua pembantu barunya pasti akan dipengaruhi oleh Mbot). 

Akhirnya dua pembantu baru itu kembali masuk ke dalam dan Mbot pun pergi juga. Hmm .... mudah-mudahan aja dia nggak balik-balik lagi deh, bikin gregetan aja ngeliat tingkah lakunya yang kurang ajar. Sekian ceritanya, semoga si Mbot bisa berubah ke jalan yang lebih baik, jangan belok-belok ataupun nyasar, takut nanti kayak Ayu Ting-Ting nanya alamat...

End (Based on True Story) ~

Komentar

  1. hahhahahahaha ... MBOT pembantu apa majikan sih sebenernya..

    gue udah pernah face to face sama mbot, tapi kalau dipikir-pikir cocokan mbot jadi majikan dari pada majikan yang sesungguhnya hahhahahaha

    PEACEEEE TONGGGG ...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Singkat [Kissing] Belajar Bahasa Rusia di PKR

Russian Center for Science and Culture Ketertarikan saya pada Rusia diawali dengan perginya saya ke kota Vladivostok, yang berada di pinggiran Rusia dan berdekatan dengan Korea Selatan. Setelah belajar huruf 'cyrilic' secara otodidak, kemudian saya mencari informasi tentang belajar bahasa Rusia lalu langsung mendaftarkan diri di Pusat Kebudayaan Rusia (PKR) yang terletak di Jl. Diponegoro No.12, Menteng tersebut. Bisanya saya belajar bahasa Rusia, padahal bahasa Inggris saja masih berantakan dan cenderung lebih ke pasif. Tapi ya mungkin memang sudah takdirnya saya harus mengenal bahasa Rusia dibanding bahasa-bahasa lainnya yang sudah terkenal dan digemari orang Indonesia kebanyakan, seperti bahasa Jepang, Perancis, Mandarin, dll. Mengambil keputusan untuk belajar bahasa Rusia seperti mengenang kembali kejayaan Soekarno pada masa itu, dimana Presiden pertama Indonesia itu bersahabat dengan petinggi Uni Soviet Nikita Krushchev sehingga berdirilah sebuah mesjid biru yang te...

Lowongan Kerja "Bodong"

Ini adalah pengalaman saya ditipu dengan orang yang katanya bekerja di  Istana Negara . Selama BBM-an dia mengaku bernama  Bayu Hady Septian . Namun, saya rasa itu nama samaran bukan nama aslinya. Awalnya, saya tahu kontaknya Bayu itu dari teman saya, Arief yang ternyata tertipu lowongan kerja bodong juga. Arief ditawari sebagai staf peralatan dan saya sebagai staf seni budaya. Sebenarnya dari yang diberitahu teman saya tentang mekanisme lamaran kerja yang harus bayar dulu sebelum kerja itu agak mencurigakan, tapi karena perkataan Arief bahwa temannya ada yang sudah bekerja di Istana Negara berkat si Bayu 'penipu' itu dan juga Arief sudah bayar, jadilah saya terbawa arus sesat nan menjebak ke dasar lautan *maaf lebay Awal mula BBM-an (cie) Yuk apply rame-rame Modus penipu (Bayu) ini meminta uang sebesar Rp700.000 , katanya untuk biaya admin yang meliputi seragam, koperasi simpan-pinjam, asuransi, pensiunan dan  medical check-up  yang bekerjas...

Menyiasati Rasa Bersalah yang Berlanjut

” Guilty feelings ” adalah rasa bersalah yang mendalam pada diri pribadi seseorang yang biasanya berakar pada luka batin pada masa lalu yang dihayati seseorang serta berkembang ke arah rasa kurang percaya diri, rasa hampa, dan cemas berkelanjutan. Untuk menyiasati   guilty feelings   berlanjut, ada berbagai tahapan praktis latihan : (1) Analisis masalah: bila pada masa lalu, misalnya kita dihadapkan pada tekanan psikis dan fisik yang di luar kemampuan kita untuk mengatasinya, tentu saja kehidupan lanjut akan diwarnai oleh perasaan tertekan. Rasa tertekan di rumah bisa saja membuat diri kita berontak di luar rumah (main dengan siapa saja, melampiaskan kebutuhan lepas dari tekanan dengan bergaul dengan teman yang kurang baik, terbawa nakal, dan menggunakan narkoba, sebagai upaya penguatan eksistensi diri di luar rumah, yang justru sekembalinya di rumah makian dan kemarahan orangtua mengembalikan perasaan tertekan, cemas, dan kurang yakin diri. Perkembangan lanjut m...