Langsung ke konten utama

Ini Dia Iklan Paling Miris di Dunia!

Whew... miris banget nggak sih kalau ngeliat iklan kayak begini?? Hahaha... namanya juga lagi tahap-tahap pembelajaran apalagi ngerjainnya serba mendadak. Yah, hasil akhirnya cukup menyedihkan dan masih banyak salahnya ditambah juga dubbingnya nggak pas banget! Tapi tak apalah asal ada usahanya. Ngerjain tugas harus mau ngeluarin duit, pinjam handycam teman seperjuangan, maksa teman supaya jadi model & dubber, begadang dan yang terakhir minta editin deh... (maklum masih buta adobe premiere). 

Sungguh berbeda alam banget tugasnya sama anak akunting yang itung-itung bunting. Tugasnya cukup berat bagi yang masih buta atau baru nyebur udah suruh bikin ikan-ikanan eh... iklan-iklanan deh. Tapi badai sudah berlalu dan saya juga udah dapat nilai dari hasil tersebut, meskipun harus mendapat penolakan dulu dari si pengawas, karena terlambat nyerahin tugas ini, but it's okay no problemo asal ada usaha yah akhirnya diterima juga kan tugasnya (syaratnya ngejar dosen yang bersangkutan kemana aja dia berada).

Daripada kebanyakan cincauuu, yang mau tau hasil anehnya kayak apa nihhh... liat aja deh tinggal klik aja di mari...


Well... buat teman-teman saya yang udah rela minjemin handycam-nya, terus rela ngisi iklan ini dengan muka kalian, ngisi suara dan juga bantu ngeditin video ini dengan menambahkan sentuhan yang cukup kocak dan aneh :)) Makasih banyak lho, kalian luar biasaaaaa... *niruin Ariel Noah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Singkat [Kissing] Belajar Bahasa Rusia di PKR

Russian Center for Science and Culture Ketertarikan saya pada Rusia diawali dengan perginya saya ke kota Vladivostok, yang berada di pinggiran Rusia dan berdekatan dengan Korea Selatan. Setelah belajar huruf 'cyrilic' secara otodidak, kemudian saya mencari informasi tentang belajar bahasa Rusia lalu langsung mendaftarkan diri di Pusat Kebudayaan Rusia (PKR) yang terletak di Jl. Diponegoro No.12, Menteng tersebut. Bisanya saya belajar bahasa Rusia, padahal bahasa Inggris saja masih berantakan dan cenderung lebih ke pasif. Tapi ya mungkin memang sudah takdirnya saya harus mengenal bahasa Rusia dibanding bahasa-bahasa lainnya yang sudah terkenal dan digemari orang Indonesia kebanyakan, seperti bahasa Jepang, Perancis, Mandarin, dll. Mengambil keputusan untuk belajar bahasa Rusia seperti mengenang kembali kejayaan Soekarno pada masa itu, dimana Presiden pertama Indonesia itu bersahabat dengan petinggi Uni Soviet Nikita Krushchev sehingga berdirilah sebuah mesjid biru yang te...

Lowongan Kerja "Bodong"

Ini adalah pengalaman saya ditipu dengan orang yang katanya bekerja di  Istana Negara . Selama BBM-an dia mengaku bernama  Bayu Hady Septian . Namun, saya rasa itu nama samaran bukan nama aslinya. Awalnya, saya tahu kontaknya Bayu itu dari teman saya, Arief yang ternyata tertipu lowongan kerja bodong juga. Arief ditawari sebagai staf peralatan dan saya sebagai staf seni budaya. Sebenarnya dari yang diberitahu teman saya tentang mekanisme lamaran kerja yang harus bayar dulu sebelum kerja itu agak mencurigakan, tapi karena perkataan Arief bahwa temannya ada yang sudah bekerja di Istana Negara berkat si Bayu 'penipu' itu dan juga Arief sudah bayar, jadilah saya terbawa arus sesat nan menjebak ke dasar lautan *maaf lebay Awal mula BBM-an (cie) Yuk apply rame-rame Modus penipu (Bayu) ini meminta uang sebesar Rp700.000 , katanya untuk biaya admin yang meliputi seragam, koperasi simpan-pinjam, asuransi, pensiunan dan  medical check-up  yang bekerjas...

Menyiasati Rasa Bersalah yang Berlanjut

” Guilty feelings ” adalah rasa bersalah yang mendalam pada diri pribadi seseorang yang biasanya berakar pada luka batin pada masa lalu yang dihayati seseorang serta berkembang ke arah rasa kurang percaya diri, rasa hampa, dan cemas berkelanjutan. Untuk menyiasati   guilty feelings   berlanjut, ada berbagai tahapan praktis latihan : (1) Analisis masalah: bila pada masa lalu, misalnya kita dihadapkan pada tekanan psikis dan fisik yang di luar kemampuan kita untuk mengatasinya, tentu saja kehidupan lanjut akan diwarnai oleh perasaan tertekan. Rasa tertekan di rumah bisa saja membuat diri kita berontak di luar rumah (main dengan siapa saja, melampiaskan kebutuhan lepas dari tekanan dengan bergaul dengan teman yang kurang baik, terbawa nakal, dan menggunakan narkoba, sebagai upaya penguatan eksistensi diri di luar rumah, yang justru sekembalinya di rumah makian dan kemarahan orangtua mengembalikan perasaan tertekan, cemas, dan kurang yakin diri. Perkembangan lanjut m...