Langsung ke konten utama

Dahsyatnya Gedung-gedung di Qatar!

Qatar termasuk dalam negara Arab yang mayoritas adalah Islam. Tapi biar begitu, di negara ini termasuk Islam liberal. Selama 4 (empat) hari disana, terhitung mulai dari tanggal 7 November 2012 pukul 11.30 malam saya bersama Tim Kesenian berangkat kesana dengan Qatar Airways. Perbedaan waktu antara Indonesia dan Qatar yah sekitar 4-5 jam lebih cepat Indonesia. Di Doha kami menginap di Hotel Lexington Gloria, tidak jauh dari bandara. Masyarakat Qatar atau mungkin biasa disebut dengan "Qatari" biasanya berciri khas menggunakan "Abaya", saya sih kurang paham yah dengan abaya tapi banyak yang bilang ini semacam baju gamis. Selama disana saya menemukan banyak sekali orang-orang yang berbaju demikian, mungkin hampir 75% seperti itu. 

Qatar Airways
Selain Qatari, disana juga banyak orang India. Jika, Anda berkunjung ke "Lulu Hypermart" mungkin Anda serasa sedang berada di India bukan di Qatar. Selama berjalan-jalan di negara ini kalau Anda berpakaian sedikit terbuka mungkin banyak yang akan melirik Anda atau bahkan memberikan pandangan yang aneh, ini khusus perempuan lho bukan laki-laki. Setiap kami diajak berjalan keliling Qatar oleh staf dari KBRI Doha, saya melihat banyak sekali lahan-lahan kosong yang akan segera dibangun, entah itu akan dijadikan apa oleh mereka, tapi yang pasti disini gedung-gedung mereka sungguh sangat menarik karena setiap gedung hampir semua nya tidak ada yang sama bentuk nya. 

Suasana di Villaggio
Selain gedung-gedung nya disini banyak sekali yah bundaran, semacam bundaran HI gitu dan bundarannya tuh extreme sekali puterannya (lumayan bikin pusing). Tempat yang menarik disini biasanya, sih di Corniche, karena dari sini Anda bisa foto dengan latar belakang gedung-gedung Megapolitan beserta pemandangan lautnya. Selain di Corniche, Anda bisa berkunjung ke Qatara, disana ada bangunan yang persis dibuat layaknya Tempat Gladiator seperti di Italia. Jangan lewatkan juga untuk berkunjung ke Villagio, disini Anda bisa berfoto-foto karena di dalam Mall ini view-nya cukup bagus mirip seperti tampilan Marina Bay Sands di Singapore. Jika di Indonesia weekend-nya hari Sabtu dan Minggu, maka Qatar Jumat-Sabtu.

Megapolitan
Waktu kami kesini Qatar panas sekali cuacanya, padahal teman saya bilang kalau panas segini itu sudah lumayan karena sudah akan masuk winter, biasanya malah lebih panas bisa sampai 40 derajat celcius (masih mending di Indonesia). Untuk makanannya, kami pernah diajak oleh KBRI ke "Mandi" sebutan untuk daerah atau restaurannya ya? saya juga lupa ini, tapi yang pasti tempatnya lumayan enak dan gaya makanannya lesehan, porsinya banyak dan makannya harus pakai tangan tanpa alat makan apapun. Doha nampaknya seperti sedang benar-benar menunjukkan mukanya di mata dunia, atau kalau teman saya yang tinggal di Doha bilang bahwa sekarang Doha siap bersaing dengan Dubai.

Komentar

  1. wahh memang unik bentuk gedung di qatar

    BalasHapus
  2. Slots & Casino - Mapyro
    Best Slots 보령 출장마사지 & Casino locations in Michigan, 목포 출장샵 incl. play at Slots 동해 출장마사지 & Casino in Wheeling, WV. to play the most popular slots and 아산 출장안마 games. 수원 출장안마

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Singkat [Kissing] Belajar Bahasa Rusia di PKR

Russian Center for Science and Culture Ketertarikan saya pada Rusia diawali dengan perginya saya ke kota Vladivostok, yang berada di pinggiran Rusia dan berdekatan dengan Korea Selatan. Setelah belajar huruf 'cyrilic' secara otodidak, kemudian saya mencari informasi tentang belajar bahasa Rusia lalu langsung mendaftarkan diri di Pusat Kebudayaan Rusia (PKR) yang terletak di Jl. Diponegoro No.12, Menteng tersebut. Bisanya saya belajar bahasa Rusia, padahal bahasa Inggris saja masih berantakan dan cenderung lebih ke pasif. Tapi ya mungkin memang sudah takdirnya saya harus mengenal bahasa Rusia dibanding bahasa-bahasa lainnya yang sudah terkenal dan digemari orang Indonesia kebanyakan, seperti bahasa Jepang, Perancis, Mandarin, dll. Mengambil keputusan untuk belajar bahasa Rusia seperti mengenang kembali kejayaan Soekarno pada masa itu, dimana Presiden pertama Indonesia itu bersahabat dengan petinggi Uni Soviet Nikita Krushchev sehingga berdirilah sebuah mesjid biru yang te...

Lowongan Kerja "Bodong"

Ini adalah pengalaman saya ditipu dengan orang yang katanya bekerja di  Istana Negara . Selama BBM-an dia mengaku bernama  Bayu Hady Septian . Namun, saya rasa itu nama samaran bukan nama aslinya. Awalnya, saya tahu kontaknya Bayu itu dari teman saya, Arief yang ternyata tertipu lowongan kerja bodong juga. Arief ditawari sebagai staf peralatan dan saya sebagai staf seni budaya. Sebenarnya dari yang diberitahu teman saya tentang mekanisme lamaran kerja yang harus bayar dulu sebelum kerja itu agak mencurigakan, tapi karena perkataan Arief bahwa temannya ada yang sudah bekerja di Istana Negara berkat si Bayu 'penipu' itu dan juga Arief sudah bayar, jadilah saya terbawa arus sesat nan menjebak ke dasar lautan *maaf lebay Awal mula BBM-an (cie) Yuk apply rame-rame Modus penipu (Bayu) ini meminta uang sebesar Rp700.000 , katanya untuk biaya admin yang meliputi seragam, koperasi simpan-pinjam, asuransi, pensiunan dan  medical check-up  yang bekerjas...

Menyiasati Rasa Bersalah yang Berlanjut

” Guilty feelings ” adalah rasa bersalah yang mendalam pada diri pribadi seseorang yang biasanya berakar pada luka batin pada masa lalu yang dihayati seseorang serta berkembang ke arah rasa kurang percaya diri, rasa hampa, dan cemas berkelanjutan. Untuk menyiasati   guilty feelings   berlanjut, ada berbagai tahapan praktis latihan : (1) Analisis masalah: bila pada masa lalu, misalnya kita dihadapkan pada tekanan psikis dan fisik yang di luar kemampuan kita untuk mengatasinya, tentu saja kehidupan lanjut akan diwarnai oleh perasaan tertekan. Rasa tertekan di rumah bisa saja membuat diri kita berontak di luar rumah (main dengan siapa saja, melampiaskan kebutuhan lepas dari tekanan dengan bergaul dengan teman yang kurang baik, terbawa nakal, dan menggunakan narkoba, sebagai upaya penguatan eksistensi diri di luar rumah, yang justru sekembalinya di rumah makian dan kemarahan orangtua mengembalikan perasaan tertekan, cemas, dan kurang yakin diri. Perkembangan lanjut m...